Selasa, 07 Mei 2019

MY PROFILE

Hai, hallo. 
Nama saya Geraldi, biasa dipanggil ge. Saya lahir di Jakarta 2 Mei 1997, Anak terakhir dari 3 bersaudara. 22 tahun sudah saya muncul dibumi pertiwi ini, banyak suka duka segala hal yang saya jalani sejauh ini, dari mulai senang bareng temen, bandel, patah hati, yang kadang membuat warna warni hidup ini kian penuh warna dan varian rasa. Hingga sampai sekarang saya masih berkuliah di Universitas Gunadarma mengambil jurusan Akuntansi dan menginjak semester akhir. Kegiatan saya selain berkuliah adalah aktif di persekutuan gereja saya sebagai Pengurus Gerakan Pemuda di Bidang Germasa (Gereja dan Masyarakat). Bertemu teman sepelayanan saya yang seiman dan saling mewujudkan rasa sukacita antar sesama. Selain aktif dalam pelayanan gereja, saya mempunyai waktu bersama teman-teman diluar sana dari mulai teman sma dan kampus. Hobi saya adalah mendengarkan musik, sepertinya tidak lengkap kalau satu hari saja tidak mendengarkan musik. Saya mengikuti perkembangan musik sampai sekarang ini, diantara lain saya musik indie,rock luar dan metal dalam negeri. Contohnya saya sering mendengar band .Feast band pendatang baru yang sangat dominan dalam liriknya memasukan kejadian atau gambaran negara ini. Saya saya band rock luar Linkinpark dan ACDC, dan belakangan ini juga tidak lupa mendengarkan band metal Indonesia yaitu Seringai. Musik adalah sebuah candu dalam hidup saya, yang bisa membawa saya menjadi pribadi yang optimis dan bergairah, makanya saya sering datang keacara event-event musik seperti, Synchronize festival, The sound Project, hingga festival metal pun Hammersonic. Dan itulah Gerald pribadi yang sangat instan hidup di dunia, dengan menjalankan hidupnya berdasarkan iman dan duniawi (seputar musik) disatu padukan menjadi hidup yang balance. Mungkin itu gambaran sosok saya didalam perkenalan ini. Sekut cuy

Sumber: geraldparera.blogspot.co.id

Jumat, 11 Januari 2019

Cara Memelihara Karyawan Untuk Meningkatkan Kinerja

Banyak cara yang dilakukan oleh perusahaan agar karyawannya nyaman dalam bekerja karena karyawan merupakan elemen penting dalam menjalankan suatu usaha. Selain bentuk pemberian hak karyawan dalam bentuk materi, diperlukan juga motivasi maupun suatu kepercayaan kepada karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Berikut cara perusahaan dalam memelihara karyawannya untuk meningkatkan kinerjanya :

Memberikan Hak Karyawan
Ketika memperkerjakan karyawan dalam suatu perusahaan, pihak perusahaan harus meberikan hak terhadap setiap karyawannya secara proporsional. Hak yang perlu diberikan terhadap setiap karyawan antara lain seperti pemberian gaji secara proposional sesuai dengan ketenteuan dan pekerjaan yang dikerjakan oleh tiap karyawan serta perusahaan harus tepat waktu dalam pelaksanaan pemberian gaji karyawan, meberikan tunjangan, memberikan kesejahteraan keluarga dan pihak perusahaan perlu memberikan fasilitas kerja yang memadai agar para pekerja atau seluruh karyawan nyaman untuk bekerja pada perusahaan tersebut.

Membuat Penilaian Kinerja yang efektif
Dengan adanya penilaian kinerja yang efektif dalam suatu perusahaan, sehingga akan memberikan dorongan terhadap setiap karyawan untuk semaangat menjalankan dan menyelesaikan pekerjaannya. Penilaian yang efektif tersebut dapat memberikan lingkungan kerja yang terbuka dan jujur.

Memberi Tunjangan/Bonus
Dengan diberikannya bonus dalam suatu perusahaan, dapat dipastikan setiap karyawan semakin ter-motivasi dalam menyelesaikan pekerjaannya serta dapat memperkuat kesetiaan karyawan bekerja dalam perusahaan. Perusahaan tidak harus selalu memberikan bonus seterusnya atau terlalu rutin, tetapi cukup memberikan bonus sesuai dengan penilaian yang efektif terhadap tiap karyawannya dan dalam pemberian bonus tersebut perusahaan harus secara adil sehingga tidak menimbulkan kesenjangan antar karyawan yang lain.

Mempromosikan Karyawan
Cara ini dapat memelihara karyawan untuk meningkatkan kinerjanya, dengan empromosikan karyawan dapat memberikan keuntungan terhadap kedua belah pihak yaitu perusahaan akan mendapatkan kinerja terbaik dari karyawannya serta karyawan akan mendapatkan tambahan pendapatan. Dan selain itu secara tidak langsung akan mempengaruhi  karyawan lain untuk semangat memberikan hasil kinerja yang baik.

Menetapkan Jenjang karier yang Jelas
Dengan menerapkan jenjang karier yang jelas dan berdamping dengan sistem penilaian feketif, dapat memberikan karyawan lebih tahu serta memiliki target untuk bekerja dan bersikap loyalitas terhadap perusahaan. Penetapan dari jenjang karier dapat dilakukan melalui beberapa aspek antara lain : waktu kerja, perilaku, kinerja dan kompetisi jabatan.

Memberikan Pinjaman Lunak
Pinjaman lunak yang dimaksud adalah memberikan kesempatan karyawan untuk dapat melalukan pinjaman berupa uang terhadap perusahaan. Sehingga kebutuhuan karyawan dapat terpenuhi, namun tetap pihak perusahaan harus memberikan ketentuan-ketentuan serta waktu jatuh temponya sehingga dengan diberikan fasilitas untuk pinjaman lunak ini, karyawan pun tetap harus mengingat akan tanggung jawabnya untuk mengembalikan kembail sesuai dengan waktu atau tempo yang telah ditentukan.

Memberikan Kebebasan Kreatifitas
Pihak perusahaan sebaiknya tidak memberikan batasan kepada setiap karyawan untuk mengeluarkan kreatifitasnya yang sesuai dengan peningkatan kemajuan perusahaan. Sehingga dengan membebaskan setiap karyawan untuk mengeluarkan ide kreatifnya akan memberikan masukan terhadap perusahaan agar lebih betkembang. Dan dengan memberikan kebebasan kreatifitas tersebut akan memberikan dan meneraapkan lingkungan kerja yang tidak hanya satu arah.

Sumber

https://www.tommcifle.com/cara-membuat-karyawan-setia-pada-perusahaan

Rabu, 09 Januari 2019

Kompensasipers

Persoalan berikutnya juga terjadi pada Asuransi Kesehatan (Askes) PNS. Dalam program Askes tersebut setiap PNS wajib mengiur sebesar 2% dari gaji pokoknya yang selanjutnya dikelola oleh PT. Askes. Iuran yang bersumber dari potongan gaji PNS ini menimbulkan persoalan yang sama dengan potongan sebelumnya, dimana sesuai dengan UU Nomor 43 Tahun 1999 pemerintah berkewajiban memberikan iuran premi dan subsidi untuk biaya pelayanan kesehatan.

Selanjutnya, terkait dengan tabungan perumahan (Taperum) PNS, masing- masing PNS dikenai potongan sebesar 1% dari gaji pokoknya untuk membiayai dana Taperum yang dikelola oleh badan pengelola dana Taperum PNS (Bapertarum). Program Taperum PNS yang diterapkan adalah dengan memberikan bantuan uang muka kredit kepemilikan rumah dan bantuan sebagian biaya membangun rumah. Persoalannya adalah program tersebut akan terlalu lama untuk dapat menjangkau atau membantu PNS yang belum memiliki rumah,
Susunan Simanungkalit, FISIP UI, 2012
sehingga dirasakan masih belum signifikan dalam membantu PNS dalam memenuhi kebutuhan papannya.
Jenis kompensasi tidak langsung berikutnya adalah Asuransi Pendidikan bagi Putera-Puteri PNS. Hingga kini, jenis kompensasi tersebut belum dapat direalisasikan oleh pemerintah secara nasional. Atas persoalan kompensasi, khususnya pada kompensasi tidak langsung yang keseluruhannya bersumber dari gaji PNS sendiri, menimbulkan pertanyaan dapatkah hal demikian disebut sebagai bagian dari kompensasi tidak langsung mengingat uang yang digunakan adalah uang PNS sendiri dari gaji pokok yang diperolehnya ?
Persoalan selanjutnya yang sering menjadi perdebatan hebat yang juga dianggap sebagai faktor penghambat dalam pembenahan sistem kompensasi PNS adalah terkait dengan sistem penganggaran keuangan negara. Secara empiris, di antara pos-pos atau jenis-jenis anggaran belanja, belanja pegawai (PNS) merupakan komponen belanja yang paling besar biayanya dalam struktur anggaran belanja instansi, khususnya instansi pemerintah daerah. Kecenderungan yang terjadi adalah bahwa pertumbuhan anggaran belanja pegawai (Belanja Tidak Langsung) juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan anggaran belanja instansi (dulu disebut sebagai Belanja Rutin), dimana pertumbuhan anggaran belanja instansi lebih disebabkan oleh desakan peningkatan belanja pegawai.54 Pada Tahun 2011, dari seluruh instansi pemerintah daerah yang ada (524 instansi), terdapat lebih dari 50% instansi (297 instansi) yang menggunakan anggarannya lebih dari 50% untuk anggaran belanja pegawai.