Selasa, 07 Mei 2019

MY PROFILE

Hai, hallo. 
Nama saya Geraldi, biasa dipanggil ge. Saya lahir di Jakarta 2 Mei 1997, Anak terakhir dari 3 bersaudara. 22 tahun sudah saya muncul dibumi pertiwi ini, banyak suka duka segala hal yang saya jalani sejauh ini, dari mulai senang bareng temen, bandel, patah hati, yang kadang membuat warna warni hidup ini kian penuh warna dan varian rasa. Hingga sampai sekarang saya masih berkuliah di Universitas Gunadarma mengambil jurusan Akuntansi dan menginjak semester akhir. Kegiatan saya selain berkuliah adalah aktif di persekutuan gereja saya sebagai Pengurus Gerakan Pemuda di Bidang Germasa (Gereja dan Masyarakat). Bertemu teman sepelayanan saya yang seiman dan saling mewujudkan rasa sukacita antar sesama. Selain aktif dalam pelayanan gereja, saya mempunyai waktu bersama teman-teman diluar sana dari mulai teman sma dan kampus. Hobi saya adalah mendengarkan musik, sepertinya tidak lengkap kalau satu hari saja tidak mendengarkan musik. Saya mengikuti perkembangan musik sampai sekarang ini, diantara lain saya musik indie,rock luar dan metal dalam negeri. Contohnya saya sering mendengar band .Feast band pendatang baru yang sangat dominan dalam liriknya memasukan kejadian atau gambaran negara ini. Saya saya band rock luar Linkinpark dan ACDC, dan belakangan ini juga tidak lupa mendengarkan band metal Indonesia yaitu Seringai. Musik adalah sebuah candu dalam hidup saya, yang bisa membawa saya menjadi pribadi yang optimis dan bergairah, makanya saya sering datang keacara event-event musik seperti, Synchronize festival, The sound Project, hingga festival metal pun Hammersonic. Dan itulah Gerald pribadi yang sangat instan hidup di dunia, dengan menjalankan hidupnya berdasarkan iman dan duniawi (seputar musik) disatu padukan menjadi hidup yang balance. Mungkin itu gambaran sosok saya didalam perkenalan ini. Sekut cuy

Sumber: geraldparera.blogspot.co.id

Jumat, 11 Januari 2019

Cara Memelihara Karyawan Untuk Meningkatkan Kinerja

Banyak cara yang dilakukan oleh perusahaan agar karyawannya nyaman dalam bekerja karena karyawan merupakan elemen penting dalam menjalankan suatu usaha. Selain bentuk pemberian hak karyawan dalam bentuk materi, diperlukan juga motivasi maupun suatu kepercayaan kepada karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Berikut cara perusahaan dalam memelihara karyawannya untuk meningkatkan kinerjanya :

Memberikan Hak Karyawan
Ketika memperkerjakan karyawan dalam suatu perusahaan, pihak perusahaan harus meberikan hak terhadap setiap karyawannya secara proporsional. Hak yang perlu diberikan terhadap setiap karyawan antara lain seperti pemberian gaji secara proposional sesuai dengan ketenteuan dan pekerjaan yang dikerjakan oleh tiap karyawan serta perusahaan harus tepat waktu dalam pelaksanaan pemberian gaji karyawan, meberikan tunjangan, memberikan kesejahteraan keluarga dan pihak perusahaan perlu memberikan fasilitas kerja yang memadai agar para pekerja atau seluruh karyawan nyaman untuk bekerja pada perusahaan tersebut.

Membuat Penilaian Kinerja yang efektif
Dengan adanya penilaian kinerja yang efektif dalam suatu perusahaan, sehingga akan memberikan dorongan terhadap setiap karyawan untuk semaangat menjalankan dan menyelesaikan pekerjaannya. Penilaian yang efektif tersebut dapat memberikan lingkungan kerja yang terbuka dan jujur.

Memberi Tunjangan/Bonus
Dengan diberikannya bonus dalam suatu perusahaan, dapat dipastikan setiap karyawan semakin ter-motivasi dalam menyelesaikan pekerjaannya serta dapat memperkuat kesetiaan karyawan bekerja dalam perusahaan. Perusahaan tidak harus selalu memberikan bonus seterusnya atau terlalu rutin, tetapi cukup memberikan bonus sesuai dengan penilaian yang efektif terhadap tiap karyawannya dan dalam pemberian bonus tersebut perusahaan harus secara adil sehingga tidak menimbulkan kesenjangan antar karyawan yang lain.

Mempromosikan Karyawan
Cara ini dapat memelihara karyawan untuk meningkatkan kinerjanya, dengan empromosikan karyawan dapat memberikan keuntungan terhadap kedua belah pihak yaitu perusahaan akan mendapatkan kinerja terbaik dari karyawannya serta karyawan akan mendapatkan tambahan pendapatan. Dan selain itu secara tidak langsung akan mempengaruhi  karyawan lain untuk semangat memberikan hasil kinerja yang baik.

Menetapkan Jenjang karier yang Jelas
Dengan menerapkan jenjang karier yang jelas dan berdamping dengan sistem penilaian feketif, dapat memberikan karyawan lebih tahu serta memiliki target untuk bekerja dan bersikap loyalitas terhadap perusahaan. Penetapan dari jenjang karier dapat dilakukan melalui beberapa aspek antara lain : waktu kerja, perilaku, kinerja dan kompetisi jabatan.

Memberikan Pinjaman Lunak
Pinjaman lunak yang dimaksud adalah memberikan kesempatan karyawan untuk dapat melalukan pinjaman berupa uang terhadap perusahaan. Sehingga kebutuhuan karyawan dapat terpenuhi, namun tetap pihak perusahaan harus memberikan ketentuan-ketentuan serta waktu jatuh temponya sehingga dengan diberikan fasilitas untuk pinjaman lunak ini, karyawan pun tetap harus mengingat akan tanggung jawabnya untuk mengembalikan kembail sesuai dengan waktu atau tempo yang telah ditentukan.

Memberikan Kebebasan Kreatifitas
Pihak perusahaan sebaiknya tidak memberikan batasan kepada setiap karyawan untuk mengeluarkan kreatifitasnya yang sesuai dengan peningkatan kemajuan perusahaan. Sehingga dengan membebaskan setiap karyawan untuk mengeluarkan ide kreatifnya akan memberikan masukan terhadap perusahaan agar lebih betkembang. Dan dengan memberikan kebebasan kreatifitas tersebut akan memberikan dan meneraapkan lingkungan kerja yang tidak hanya satu arah.

Sumber

https://www.tommcifle.com/cara-membuat-karyawan-setia-pada-perusahaan

Rabu, 09 Januari 2019

Kompensasipers

Persoalan berikutnya juga terjadi pada Asuransi Kesehatan (Askes) PNS. Dalam program Askes tersebut setiap PNS wajib mengiur sebesar 2% dari gaji pokoknya yang selanjutnya dikelola oleh PT. Askes. Iuran yang bersumber dari potongan gaji PNS ini menimbulkan persoalan yang sama dengan potongan sebelumnya, dimana sesuai dengan UU Nomor 43 Tahun 1999 pemerintah berkewajiban memberikan iuran premi dan subsidi untuk biaya pelayanan kesehatan.

Selanjutnya, terkait dengan tabungan perumahan (Taperum) PNS, masing- masing PNS dikenai potongan sebesar 1% dari gaji pokoknya untuk membiayai dana Taperum yang dikelola oleh badan pengelola dana Taperum PNS (Bapertarum). Program Taperum PNS yang diterapkan adalah dengan memberikan bantuan uang muka kredit kepemilikan rumah dan bantuan sebagian biaya membangun rumah. Persoalannya adalah program tersebut akan terlalu lama untuk dapat menjangkau atau membantu PNS yang belum memiliki rumah,
Susunan Simanungkalit, FISIP UI, 2012
sehingga dirasakan masih belum signifikan dalam membantu PNS dalam memenuhi kebutuhan papannya.
Jenis kompensasi tidak langsung berikutnya adalah Asuransi Pendidikan bagi Putera-Puteri PNS. Hingga kini, jenis kompensasi tersebut belum dapat direalisasikan oleh pemerintah secara nasional. Atas persoalan kompensasi, khususnya pada kompensasi tidak langsung yang keseluruhannya bersumber dari gaji PNS sendiri, menimbulkan pertanyaan dapatkah hal demikian disebut sebagai bagian dari kompensasi tidak langsung mengingat uang yang digunakan adalah uang PNS sendiri dari gaji pokok yang diperolehnya ?
Persoalan selanjutnya yang sering menjadi perdebatan hebat yang juga dianggap sebagai faktor penghambat dalam pembenahan sistem kompensasi PNS adalah terkait dengan sistem penganggaran keuangan negara. Secara empiris, di antara pos-pos atau jenis-jenis anggaran belanja, belanja pegawai (PNS) merupakan komponen belanja yang paling besar biayanya dalam struktur anggaran belanja instansi, khususnya instansi pemerintah daerah. Kecenderungan yang terjadi adalah bahwa pertumbuhan anggaran belanja pegawai (Belanja Tidak Langsung) juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan anggaran belanja instansi (dulu disebut sebagai Belanja Rutin), dimana pertumbuhan anggaran belanja instansi lebih disebabkan oleh desakan peningkatan belanja pegawai.54 Pada Tahun 2011, dari seluruh instansi pemerintah daerah yang ada (524 instansi), terdapat lebih dari 50% instansi (297 instansi) yang menggunakan anggarannya lebih dari 50% untuk anggaran belanja pegawai.

Minggu, 28 Oktober 2018

TIPS DAN TRIK DALAM MENGHADAPI WAWANCARA


Wawancara merupakan proses penting untuk mendapatkan pekerjaan. Berhasil tidaknya Anda mendapatkan pekerjaan salah satunya ditentukan oleh proses wawancara. Banyak mereka yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata atau genius, tetapi gagal dalam proses ini.
Sikap dan karakter diri Anda, kematangan Anda dalam berfikir, atau bahkan persiapan yang Anda lakukan untuk menghadapi wawancara secara langsung akan mempengaruhi hasil dari wawancara. Berikut trik super efektif dalam menghadapi wawancara, baik wawancara pertama Anda maupun bagi Anda yang sudah sering melakukan wawancara.
1. Tiba lebih awal. Rencanakan untuk tiba lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Dengan waktu yang masih tersisa sebelum wawancara, Anda dapat gunakannya untuk mengatur emosi, mengontrol stres yang tidak perlu, mengumpulkan pikiran agar tetap fokus, dan menyempurnakan persiapan Anda lainnya seperti pakaian dan make up Anda.
2. Jabat tangan interviewer dengan tegas dan biarkan interviewer memulai pembicaraan.Saat Anda bertemu dengan interviewer , pandanglah kedua matanya dan jabatlah tangannya dengan tegas. Interviewer akan mengetahui karakter Anda melalui cara Anda berjabat tangan. Berikan kesempatan kepada interviewer untuk memulai pembicaraan. Misalnya menanyakan nama Anda, menjelaskan tugas Anda, dan posisi Anda. Hal ini akan memberikan kempatan kepada Anda untuk mencerna informasi dari interviewer.
3. Berikan jawaban yang singkat dan jelas. Dalam sebuah wawancara ada beberapa pertanyaan kunci yang sebaiknya Anda jawab dengan singkat namun jelas. Contohnya “Apa yang menjadi alasan Anda untuk hengkang dari perusahaan sebelumnya?”, “Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan Anda?”, “Kesalahan apa yang pernah Anda perbuat dan bagaimana mengatasinya?” dan sebagainya. Usahakan Anda menjawab semua pertanyaan yang diberikan sesuai dengan jalur dan jangan memberikan jawaban yang akan menimbulkan pertanyaan baru atau membingungkan interviewer.
4. Aktif dalam percakapan. Ciptakan hubungan yang akrab dengan interviewer dan ajukan pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Misalnya peraturan perusahaan, kebijaksanaan perusahaan yang Anda dapatkan jika diterima untuk bekerja (Jamsostek, tunjangan hari raya, dll).
5. Tetap rendah hati. Walaupun Anda sudah cukup berpengalaman, terapkanlah sikap rendah hati. Jangan sampai Anda meremehkan persyaratan dan pertanyaan yang diberikan oleh interviewer. Jawab pertanyaan dengan senyuman dan jawaban yang mengesankan. Sikap rendah hati akan sangat disukai walaupun Anda sudah mempunyai segudang pengalaman kerja karena hal inilah yang mencerminkan sikap Anda nantinya jika Anda diterima untuk bekerja.
6. Perlihatkan minat dan semangat. Ekspresi wajah Anda akan sangat berpengaruh pada kesan interviewer terhadap Anda. Ekspresi yang monoton tidak akan membuat interviewerberminat dan yakin akan kemampuan Anda. Cerikan tentang pengalaman yang telah anda jalani dengan ekspresi yang bersemangat dan yakinkan interviewer bahwa Anda akan sukses melakukan pekerjaan yang baru nantinya berkat pengalaman dimasa lalu.
7. Menetapkan harapan Anda. Pada umumnya, sebelum dilakukannya wawancara Anda diharuskan mengisi formulir interview yang berisikan informasi tambahan yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menyeleksi kandidatnya, termasuk salary dan fasilitas yang diharapkan. Jangan mematok harga yang tidak rasional. Lebih bijak jika Anda megukur terlebih dahulu kemampuan Anda bukan mengikuti keinginan Anda, lalu simpulkan seberapa layak Anda mendapatkan salary dan fasilitas jika Anda diterima untuk bekerja di perusahaan tersebut. Jangan lupa untuk mencari informasi standard salary perusahaan dari karyawan, internet dan beberapa buku panduan lainnya. Contohnya, untuk standar gaji lulusan S1, D3, SMA sederajat dan sebagainya. Lebih banyak informasi yang Anda dapatkan akan lebih mematangkan persiapan Anda untuk wawancara.
8. Jangan menceritakan kelemahan perusahaan sebelumnya. Ada beberapa intervieweryang memancing peserta wawancara untuk mencari selah agar Anda mencerikan kelemahan perusahaan dimana Anda bekerja sebelumnya. Hindari menceritakan kelemahan perusahaan, atasan bahkan lingkungan kerja Anda sebelumnya. Ada beberapa asumsi dari sang interviewerjika Anda terpancing dengan pertanyaan ini “Jika Anda mengundurkan diri dari perusahaannya, akan sangat memungkinkan jika Anda juga akan menceritakan kelemahan perusahaannya” Agar tidak terpancing dengan tipe pertanyaan seperti ini, persiapkanlah jawaban Anda sebelum menghadapi wawancara. Ingat, Bukan berarti Anda harus berbohong untuk menutupi kelemahan perusahaan sebelumnya. Intinya buatlah jawaban yang sekreatif mungkin dan tidak manipulatif.
9. Ucapkan terima kasih dan follow up. Setelah wawancara selesai jangan lupa ucapkan terima kasih pada interviewer karena Anda telah diberikan kesempatan untuk wawancarameskipun Anda nantinya tidak diterima bekerja di perusahaan tersebut atau tidak tertarik pada pekerjaaan tersebut. Dan jangan lupa untuk follow up, sejauh mana hasil dari wawancara. Anda bisa menghubungi perusahaan untuk menanyakan hasil wawancara.


Berikut ini beberapa pertanyaan yang biasanya ditanyakan saat melakukan wawancara pekerjaan,

1. Bisakah Anda menceritakan soal diri Anda?Meski terkesan sederhana dan simpel, pertanyaan ini sangat penting. Kuncinya, jangan seperti membacakan riwayat hidup. Itu semua sudah ada di CV. Sebaliknya, berikan informasi-informasi yang tegas dan menarik serta menunjukkan mengapa kamu layak mendapatkan pekerjaan tersebut.Mulailah dengan 2 atau 3 pencapaian atau pengalaman terbaikmu dan tutup dengan pengalaman terkini yang membuatmu memiliki status, pekerjaan atau jabatanmu saat ini.
2. Kenapa kami harus mempekerjakan Anda? Mungkin pertanyaan ini terkesan lugas dan tidak neko-neko. Tapi yakinlah, ketika pertanyaan ini muncul, kamu beruntung. Karena ini adalah waktu yang tepat untuk "menjual" skill-mu pada sang pewawancara.Pastikan memberikan jawaban yang mencakup 3 hal penting: kamu bukan hanya bekerja tapi bisa menghasilkan yang terbaik, kamu bisa dengan mudah beradaptasi dengan tim dan budaya kerja dan kamu adalah pilihan terbaik dibanding kandidat lain.
3. Apa saja kelebihan yang Anda miliki? Jawablah pertanyaan ini secara akurat dengan berbagi kekuatanmu yang sesungguhnya, bukan yang mengada-ada. Kamu juga harus relevan dengan memilih kelebihan yang paling berhubungan dengan jabatan atau posisi yang diincar. Semua jawaban juga harus spesifik, jangan generik. Misalnya dari pada menjawab "Mampu berkomunikasi dengan baik" lebih baik menggantinya dengan "Komunikasi persuasif".Setelahnya, jangan lupa memberi contoh bagaimana kamu mendemonstrasikan kelebihan ini dalam kontek profesionalisme.
4. Apa yang jadi kelemahan Anda? Apa yang sebenarnya ingin diketahui pewawancara lewat pertanyaan ini adalah seberapa jujur kamu mengenal dirimu sendiri. Jangan menghindar dengan menjawab, "Saya tidak memiliki kelemahan apapun". Cobalah mencari sesuatu yang bukan jadi keunggulanmu tapi sedang berusaha kamu perbaiki.Misalnya, mungkin kamu tidak punya skill public speaking yang baik, tapi diikuti dengan penjelasan bahwa kamu mulai membiasakan diri lebih banyak bertemu dan berhadapan dengan orang-orang untuk meningkatkan skill public speaking.
5. Apakah Anda pernah terlibat konflik di pekerjaan lama? Dan seperti apa Anda menyikapinya? Sang pewawancara ingin mencari tahu bagaimana caramu menghadapi konflik. Semua orang bisa terlihat manis dan nyaris sempurna saat wawancara kerja, tapi siapa yang bisa menebak apa yang akan terjadi jika konflik meradang.Yakinkan sang pewawancara bahwa kamu bisa menghadapi segala bentuk situasi dengan terkendali dan secara profesional dan produktif. Idealnya, menutup jawabanmu dengan sesuatu yang happy ending sebagai solusi.
6. Bagaimana Anda melihat karier Anda 5 tahun ke depan? Jujurlah saat menjawab pertanyaan ini. Tak hanya jujur tapi juga spesifik soal tujuan kariermu. Sang pewawancara ingin mengetahui pakah kamu memiliki ekspektasi yang masuk akal atau apakah kamu memiliki ambisi untuk bertumbuh dan berkembang secara karier profesional. Jawaban terbaik adalah berpikir realistis, kira-kira ke mana kariermu akan bergerak dari posisi yang ditawarkan. Kalau kamu belum yakin, tidak ada salahnya menjawab apa adanya, bahwa memang kamu belum yakin dan masih melihat pengalaman nantinya di pekerjaan ini sebelum kamu bisa membuat keputusan tersebut.
7. Kenapa Anda berhenti (mengundurkan diri) dari pekerjaan lama Anda? Jika ini bukan wawancara untuk pekerjaan pertamamu, maka bisa dipastikan pertanyaan ini pasti akan muncul. Intinya, usahakan semua tetap positif. Tidak ada gunanya menebar aura negatif tentang kantor lamamu. Sebaliknya, sampaikan bahwa kamu berniat untuk memulai perjalanan baru dengan kesempatan baru. "Karena saya yakin, saya bisa mendapatkan banyak kesempatan baru di karier saya selanjutnya dan bukan di perusahaan lama saya," adalah salah satu jawaban paling bijak untuk pertanyaan ini. Kalau memang kamu diberhentikan atau di-PHK dari kantor lama, jawab saja sejujurnya.
8. Berapa gaji yang Anda inginkan? Aturan utama dalam menjawab pertanyaan ini adalah dengan terlebih dahulu mempersiapkan riset soal kisaran gaji untuk posisi yang kamu lamar. Baiknya, kamu mengajukan nominal dalam bentuk range. Tentukan range yang masuk akal, sesuai dengan latar belakang pendidikan, pengalaman dan skill yang kamu miliki.Kemudian, pastikan sang pewawancara tahu bahwa kamu bisa lebih fleksibel dan terbuka untuk negosiasi. Sampaikan bahwa kamu tahu skill-mu sangat berharga dan kamu menginginkan pekerjaan itu dan bersedia bernegosiasi.
9. Apakah Anda berencana menikah (memiliki anak-bagi yang sudah menikah) dalam waktu dekat? Pertanyaan-pertanyaan soal status keluarga, gender, agama, usia atau yang lainnya yang bersifat pribadi sebenarnya terkadang tidak berarti apa-apa. Mungkin si pewawancara ingin berbicara lebih banyak denganmu.Jika tipe pertanyaan seperti ini muncul, ada baiknya untuk menjawab dengan santun dan mengembalikan topik pembicaraan ke arah semula. "Saya belum bisa memastikan ke depannya. Tapi rencana itu selalu ada. Saya lebih tertarik untuk membahas jalur karier di perusahaan ini. Bisakah Anda memberitahu saya lebih banyak soal ini?"
10. Ada pertanyaan yang ingin Anda ajukan? Ini adalah waktu yang tepat untuk mencari tahu lebih banyak soal perusahaan dan posisi yang kamu inginkan. Mungkin untuk informasi yang lebih umum sudah dibeberkan saat wawancara berlangsung. Cobalah menanyakan hal-hal yang lebih spesifik, misalnya, "Apa yang membuat Anda senang bekerja di kantor ini?" atau "Seperti apa pencapaian terbaru perusahaan ini?"


Daftar Pustaka
https://id.jobsdb.com/id-id/articles/trik-super-efektif-menghadapi-wawancara
https://www.rappler.com/indonesia/gaya-hidup/184944-pertanyaan-paling-sering-wawancara-kerja

Selasa, 09 Oktober 2018

Persaingan Tenaga Kerja Lokal dan Tenaga Kerja Asing


Dalam era globalisasi dan pasar bebas saat ini pergerakan investasi, modal dan tenaga kerja antar negara pun tidak dapat terhindarkan. Sebagai salah satu negara anggota WTO, Indonesia membuka kesempatan masuknya tenaga kerja asing. Pada prinsipnya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia merupakan bentuk pengawasan yang dilakukan oleh pihak inverstor dalam menjalankan usahanya di Indonesia.Selain memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, masuknya tenaga kerja asing di dibeberapa kajian yang pernah ada terbukti juga berdampak negatif, diantaranya mempersempit kesempatan kerja dan mempengaruhi tingkat upah tenaga kerja lokal (TKL) yang saat ini mencapai jumlah 118 juta penduduk (Data Sakernas 2012). Semangat untuk melindungi tenaga kerja lokal (TKL) dari persaingan dengan tenaga kerja asing (TKA) pun dilakukan oleh pemerintah, sebut saja UU. No 13 tahun 2003 yang secara umum menetapkan adanya kebutuhan untuk melindungi, menjamin dan memberi kesempatan kerja yang layak bagi Warga Negara Indonesia. Namun pada kenyataan sejalan dengan berbenturannya berbagai kepentingan pemerintah dalam sektor keuangan dan investasi maka revisi dari UUK No. 13 saat ini terasa lebih memberi keleluasaan kepada TKA untuk masuk dan bersaing dengan tenaga kerja lokal yang ‘katanya’ memiliki rata-rata tingkat pendidikan dan keterampilan di atas tenaga kerja lokal. Akan fakta itu mungkin ada benarnya namun asumsi tersebut hendaknya tidak begitu saja ditelan mentah-mentah. Cukup banyak kasus di perusahaan-perusahan swasta yang menempatkan tenaga kerja asing yang kurang berkualitas seperti yang selama ini kita bayangkan. Ada kalanya TKA hanya dijadikan sebagai salah satu simbol representasi bahwa suatu perusahaan itu telah mendunia dan dapat meningkatkan prestige perusahaan. Namun terlepas dari tujuan setiap perusahan menempatkan tenaga kerja asing di Indonesia, budaya masyarakat Indonesia seringkali memandang warga negara asing (ekspatriat) memiliki keunggulan pengetahuan dan keterampilan dibandingkan masyarakat lokal (WNI). Pandangan bahwa segala sesuatu yang berasal dari barat atau segala sesuatu yang berasal dari luar negeri adalah hebat sudah tertanam dibenak penduduk lokal kita. Hal ini terefleksi dari perbedaan tingkat upah yang jauh antara tenaga kerja lokal dengan tenaga kerja asing (dalam level jabatan yang sama). Sikap inferior, lebih permisif (baca: ramah) terhadap warga negara asing dan diperparah lagi dengan sikap ‘abroad minded’ jelas terlihat pada tatanan kehidupan masyarakat kita. Contoh sederhana saja, barang yang dibeli di luar negeri memberi ‘nilai’ yang lebih tinggi dibandingkan dengan barang yang sama yang dibeli di dalam negeri. Lulusan universitas dari luar negeri dianggap lebih berkualitas dibandingkan dengan lulusan universitas dalam negeri. Memiliki wawasan global menjadi suatu keniscayaan pada era ini. Namun merasa inferior dalam bingkai kompetisi dengan masyarakat global menjadikan tenaga kerja lokal akan selalu berada dibawah posisi angkatan kerja asing. Pada kenyataanya tenaga kerja lokal kita tidak kalah berkualitasnya dengan tenaga kerja asing. Tenaga kerja lokal mampu bersaing dengan tenaga kerja asing baik dari segi pendidikan dan keterampilan. Hal ini telah banyak terbukti dari kesuksesan-kesuksesan pebisnis-pebisnis handal kita yang juga diakui oleh negara lain. Tentu saja sikap optimistik ini harus juga sejalan dengan usaha-usaha meningkatan kualitas sumber daya manusia angkatan kerja kita. Jangan sampai tenaga kerja Indonesia justru menjadi budak di negeri sendiri.
Yang harus dipersiapkan diri sendiri adalah mengembangkan pelatihan keterampilan, Menguasai Teknologi, Sertifikasi Kompetensi, Jiwa Wirausaha. Dengan membentuk karakter seperti itu kita bisa bersaing dengan tenaga asing.

Sumber : http://kependudukan.lipi.go.id/id/kajian-kependudukan/ketenagakerjaan/85-tenaga-kerja-asing-di-tengah-persaingan-kerja-dalam-negeri

Minggu, 20 Mei 2018

Bahasa Inggris Bisnis 2- Task Due on 20-5-2018

Stevanus as owner
Geraldi as chef
Fadly as marketing
Rahma as cashier
Rizky as waiter
                                                      
                                                          Wakanda Burger's

We plan to build a cafe which sells burger and variouskind of drinks. The target markets are student and office employees. We choose a location to the campus and the office. The price that we sell is affordable, not only students or office employees but all most people will be interested to buy it. For the price we offer an average of 20 thousand rupiah for a burger and 10 thousand rupiah for a drinks. Currently, we only open in Menteng, Jakarta. With the prediction of total capital to make a burgers and drinks including operational cost is 15 thousand rupiah the we projected profit margin about 100% of total capital burger and drink.
As an chef in this cafe i have two main job which is related to operational activities. First, i have to make sure everything in the kitchen are fine and under control . Second, checking all procurement of food ingredients in the kitchen and report the cost that has been spent in the kitchen.
            Apart from the main job above there are several tasks that I can do like making a menu, keeping the food standards, controling the food production,  and create a new cake or bread. i lead everything that happens in the kitchen, tutoring all the staff, teach the other chef how to make a new bread for burger, watch them and i able to cook whenever i want.     
  I have any responsibility beyond the kitchen stuff that directly related with owner and every manager in the company. I must make a report what kind of burger or beef that the most liked between collage student and schoolchild, then give all the percentage about the best seller in the shop. All of them that i give to managers can make this cafe grow and keep up with other company.

Sabtu, 17 Maret 2018

TASK - Due on: 17th March 2018

LARRY PAGE Biography
 (Internet entrepreneur and computer scientist Larry Page teamed with grad school Sergey Brain to launch the search engine Google in 1998.)

He was born on March 26, 1973 in East Lansing, Michigan, United States. Gloria´s Page son, a programming teacher at the University of Michigan, and Carl V. Page, Computer Science and Artificial Intelligence teacher at the University of North Carolina at Chapel Hill and the University of Michigan, an authority on the field of Artificial Intelligence. Although his mother is Jewish he received a secular education and he doesn´t practise any religion.

When he was two years old he began to attend a school that applied the famous Montessori method. His interest in computers began when he was six years old and his interest in technology when he was twelve years old. His youthful idol was Nikola Tesla. He attended to the East Lansing High School, after he was graduated with honours in the Michigan State University with a degree in Computer Engineering. PhD in Computer Science at Stanford University. The business School awarded him with an honorary master's degree in Business Administration, and he was the first person to achieve a society Recent Alumni Award engineering graduate at the University of Michigan.
  
Larry Page met Sergey Brin at the orientation´s conferences for new students at Stanford University. At first sight he did not get on with Sergey Brin, they seemed to disagree on almost everything but soon they became friends and they started sharing ideas, especially his mathematical interest in the World Wide Web. Together they wrote an article "The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine".

Combining ideas they started to fill their shared bedrooms with cheap computers, and they started to check news search engines in the web. Their project grew quickly and in 1996 they created BackRub, a Google´s predecessor search engine, based on PageRank´s technology patented. The project showed to be an excellent search engine, so they decided to give up the university and to employ their full time to their project. They requested financial support to friends, teachers and family for buying servers and for renting a garage in Menlo Park, California.

Afterwards, Sun Microsystems gave to them a check with the amount of $100.000 on behalf of Google Inc, but there was a problem because the company had not been created yet. Finally they funded Google in 1998. Google was the last name because of its similarity with the term GOGOL which in English is the number 10 to 100, in reference with the amount of information they were trying to organize.

After one year they had a budget of $25 millions, and they moved their offices to Googlepex, current headquarters in Mountain View, California. In 2004 the company went to the stock exchange and since then its shares have had a stratospheric growth.
Google is a company with a market capitalization of hundreds of billions of dollars and one of the most innovative companies in the world. Several times a year they update their product, eliminating some of them and putting others new into service.

Over the years, Google has gone from being a company focused on a search engine to cover a wide spectrum of industries. They have presented cars that are driven by themselves, autonomous robots and even nanoparticles to identify and to cure cancer.

Page was the responsible for the company day to day; however Brin was the responsible for the special projects. In January 2011, Google announced that Eric Schmidt would take Page´s place in April, as executive director. On April 4, 2011 Page became the Google´s official executive president. In 2014, Larry Page designated Sundar Pichai as a Google product manager, in that way he could focus on others projects and in the business.

Google INC., has been awarded with many prizes. In 2004 they were awarded with the Marconi Fellows, and Sergei Brin has spoken at several academic forums, business and international technology, including the Wold Economic Forum and the Conference on Technology Entertainment and Design.

On December 8, 2007 he got married in the Caribbean island of Necker (Richard Branson´s property) with Lucinda (Lucy) Southworth, who has a degree in biomedical sciences for the University of Pennsylvania and Oxford. The wedding has about 700 guests attended by aircraft fleets of taxis to bring the guests. They were parents of two children, born in 2009 and 2011.

He suffered an illness that affected his vocal cords. He was diagnosed with a vocal cord paralysis after he suffered a cold a decade earlier and that caused that his voice is rougher.

1.      What tenses are used in the article?
Answer: The article use Simple Past Tense
Proof= When he was two years old he began to attend a school that applied the famous Montessori method. His interest in computers began when he was six years old and his interest in technology when he was twelve years old. His youthful idol was Nikola Tesla.

2.      Restate one sentence in the article into gerund / to + infinitive
Answer:
they started sharing ideas, especially his mathematical interest in the World Wide Web
they started to share ideas, especially his mathematical interest in the World Wide Web

3.      Show a use of personal pronouns or possessive pronouns or reflexive pronouns in the article.
They have presented cars that are driven by themselves, autonomous robots and even nanoparticles to identify and to cure cancer.

Source:
https://www.buscabiografias.com/biografia/verDetalle/9999/Larry%20Page%20-%20Biography